Jumat, 26 Juni 2015

Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran detik.com

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Jumat, 26/06/2015 14:57 WIB
Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran
Jakarta -Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi uang tunai. Pasalnya, saat-saat menjelang lebaran kerap terjadi pemalsuan uang.

"Setiap menjelang lebaran, memang kalau kegiatan ekonomi lagi meningkat ada risiko jumlah uang palsu yang ditemukan lebih banyak," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Dia menjelaskan, peredaran uang palsu menjelang lebaran tahun ini meningkat, sedikitnya ada rasio 11 lembar per satu juta rupiah, tahun lalu hanya 8 lembar per satu juta rupiah.

"Akhir-akhir ini lebih banyak yang ditemukan yang jumlah per satu juta lembar meningkat dari 8 menjadi 11, jadi dari penemuan itu, dari polisi dan dilaporkan ke masyarakat dan bank, untuk 2015 meningkat," sebut dia.

Tirta mengungkapkan, untuk mengantisipasi maraknya peredaran uang palsu, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian.

"Antisipasi BI koordinasi dengan polisi, sosialisasi ciri-ciri keaslian rupiah, di tempat kas-kas keliling, penukaran uang bebas dari uang palsu," terang dia.

Tirta mengimbau kepada masyarakat agar menukarkan uang lewat jalur resmi agar tidak tertipu.

"Mengimbau ke masyarakat tukarkan uang di tempat-tempat penukaran resmi, kalau transaksinya besar jangan pakai tunai. Pakainya non tunai untuk menghindari uang palsu," ucap dia.

Tirta menambahkan, untuk mengenali uang asli, ingat tiga D, dilihat, diraba, dan diterawang.

"Saya kira uang palsu sekarang masih bisa dikenali dengan 3D, dilihat gambarnya burem, tinta luntur, pakai kaca pembesar cetakannya pudar. Kalau diterawang nggak ada tanda air, benang pengaman, tidak ditanam, ini bisa diragukan keasliannya," tandasnya.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Aksi di Depan Istana, Umat Lintas-Agama Ingin 'Bangunkan' Presiden

Jakarta - Ibadah jemaat HKBP Pondok Timur, Bekasi, siang nanti di depan Istana Merdeka, juga akan dihadiri umat lintas-agama. Mereka akan memberi dukungan moral kepada jemaat yang sedang berjuang untuk mendapatkan kebebasan beribadah.

"Kita akan bergabung untuk memberikan penguatan moral terhadap keluarga warga negara yang sedang memperjuangkan hak mereka yang paling dasar yaitu beribadah," kata anggota Kaukus Pancasila Parlemen, Eva Kusuma Sundari, yang akan hadir dalam acara, kepada detikcom, Minggu (15/8/2010).

Aksi yang akan dihadiri oleh seribuan orang ini rencananya dimulai Minggu (15/8/2010) pukul 13.00 WIB. Acara juga dihadiri sejumlah tokoh lintas agama seperti Pdt Yewangoe, Franz Magnis Suseno, dan Musdah Mulia.

"Semoga 'membangunkan' presiden terhadap tugas utama beliau untuk memimpin negara berdasar konstitusi untuk memberikan perlindungan ke semua warga negara untuk beribadah tanpa diskriminasi," kata politikus PDIP ini.

Eva menambahkan, kepemimpinan presiden itu sangat terkait dengan bagaimana mengoptimalkan peran polisi untuk memberikan perlindungan kepada warga negara.

"Pesan utama dari kebaktian dan keterlibatan kami adalah menggugah
dan mengingatkan presiden terhadap tugas beliau untuk menjamin rakyat bebas beribadah," kata Eva.

Aktivis kebebasan beragama dan beribadah, Ulil Abshar Abdala mendukung ide pelaksanaan ibadah jemaat HKBP di depan Istana sebagai aksi protes mereka atas tindakan sewenang-sewenang ormas di Bekasi.

"Semoga pemerintah dengan begini makin terketuk, yakni presiden dan penegak hukum yang ada di bawah wewenangnya," kata Ulil yang juga politikus Partai Demokrat ini.

Ulil menambahkan, hukuman 5 tahun yang baru dijatuhkan pengadilan Malaysia bagi warga negaranya yang membakar gereja, hendaknya bisa menjadi preseden bagi penegakan hukum di Indonesia.
(lrn/lrn)

selamat hari raya